Polisi Cina Menyita 200 Alat Penambang Crypto Yang Menggunakan Listrik Curian

Polisi di Cina dilaporkan telah menyita lebih dari 200 komputer yang digunakan untuk menambang bitcoin dan ethereum. Karena diduga mencuri listrik untuk menjalankan operasi penambangan kripto.

Menurut laporan kantor pers negara China, Xinhua. Polisi di Provinsi Anhui di China timur menyita peralatan tersebut setelah diperingatkan adanya penggunaan listrik yang tinggi secara abnormal oleh operator jaringan listrik setempat.

Menurut laporan itu, tersangka yang diidentifikasi dengan nama keluarga Ma. Telah diduga mencuri 150.000 kWh listrik dalam waktu kurang dari sebulan. Penyelidikan oleh polisi Kabupaten Hanshan menemukan bahwa meteran listrik yang terhubung ke operasi penambangan kripto telah dihubungkan-singkat untuk menghindari tagihan listrik.

Penambangan Cryptocurrency adalah proses intensif energi di mana penambang akan dihargai dengan koin yang baru saja ditambang, untuk membuat blok transaksi yang divalidasi dan menambahkannya ke blockchain. Keuntungan diperoleh ketika nilai koin yang ditambang melebihi biaya listrik dan daya komputasi.

Penambang crypto yang dituduh itu mengatakan kepada polisi bahwa dia membeli peralatan penambangan pada bulan April. Ketika dia belum mengetahui bahwa biaya listrik harian untuk menjalankan operasi  tersebut bisa lebih dari 6.000 yuan ($ 923). Polisi mengklaim Ma belum menghasilkan keuntungan ketika dia tertangkap saat tengah merusak meteran dan menyedot listrik.

Dalam kasus serupa, polisi di kota Tianjin di Cina timur laut menyita 600 komputer penambangan bitcoin pada bulan April. Setelah perusahaan listrik setempat melihat lonjakan tiba-tiba dalam penggunaan listrik. Lebih dari 6 orang diduga terlibat dalam operasi penambangan bitcoin dimana induk dari kotak sambungan lokal juga diduga telah dirusak.

Meskipun sebagian besar menutup industri cryptocurrency domestik, yang dulunya merupakan pasar cryptocurrency terbesar di dunia. Tapi China masih menjadi rumah bagi mayoritas penambangan bitcoin, karena listrik dan tenaga kerja yang murah.

Beijing sejak itu telah membuat pemerintah lokal untuk tidak mendukung operasi penambangan kripto domestik, sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah yang lebih luas. Penelitian yang cermat telah menyebabkan eksodus penambang cryptocurrency. Ditandai seperti raksasa pertambangan Bitmain yang memilih untuk mendirikan operasi di Swiss dan negara-negara dengan kekuatan melimpah seperti Washington, Amerika Serikat.

Sumber: Berita CCN
, ,

About Sofia

Just a freelancer
View all posts by Sofia →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *