‘Operasi Cryptosweep’: Shipchain Dicegah dan Dihentikan di Carolina Selatan

Divisi sekuritas dari Kantor Jaksa Agung Carolina Selatan telah memerintahkan Blockchain startup ShipChain untuk berhenti beroperasi di negara bagian. Komisaris sekuritas mengirim perintah cease-and-desist (cegah dan putus) kepada perusahaan tersebut karena diduga melanggar undang-undang sekuritas.

Adanya perintah tersebut dikarenakan, ShipChain, yang merupakan platform logistik pengiriman barang yang dibangun di Ethereum blockchain, telah “menawarkan peluang investasi” dalam proyeknya dan memasarkan tokennya kepada penduduk Carolina Selatan baik online maupun secara langsung, namun belum terdaftar sebagai broker-dealer untuk bisa beroperasi di negara bagian. Ekosistem ShipChain hanya didorong oleh ShipCoin, sebuah cryptocurrency yang merupakan satu-satunya metode pembayaran di platform perusahaan.

“Ini demi kepentingan publik, untuk perlindungan investor, dan kekonsistenan tujuan dari Undang-Undang, bahwa yang Termohon diperintahkan untuk mencegah dan berhenti terlibat dalam praktik-praktik yang disebutkan di atas, yang merupakan pelanggaran Undang-Undang, dan membayar hukuman atas kesalahannya, ” isi pernyataan perintah tersebut.

Laporan menunjukkan bahwa ShipChain telah menghabiskan USD 30 juta.

“Operasi Cryptosweep”

Hukum sekuritas Carolina Selatan menyatakan bahwa “kontrak investasi merupakan sekuritas”, dan adalah ilegal untuk menjual sekuritas yang tidak terdaftar di negara bagian. Akibatnya, ShipChain, yang berdomisili di Wilmington, Delaware, “bertransaksi bisnis sebagai broker-tidak terdaftar” dan melanggar hukum. Surat cease-and-desist (cegah dan putus) dikirim ke pengacara ShipChain, Julian Zegelman dari Velton Zegelman di San Jose, Calif.

Investigasi ini masih berlangsung dan merupakan sapuan luas dari Asosiasi Administrator Sekuritas Amerika Utara yang dijuluki “Operasi Cryptosweep”. Sapuan ini dirancang untuk “menindak penipuan Initial Coin Offerings (ICOs), produk investasi terkait cryptocurrency, dan mereka yang berada di balik itu semua” di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Pada bulan Mei ini saja, lusinan investigasi ada yang tertunda dan ada yang telah selesai, termasuk kasus ShipChain.

ShipChain tidak didakwa atas janji pengembalian pie-in-the-sky atau operasi scam. Fokus dari perintah itu adalah secara realita bahwa perusahaan tersebut telah memasarkan dan menjual kontrak investasi langsung ke penduduk Carolina Selatan tanpa mendaftarkan mata uang digital sebagai jaminan.

Kesengsaraan hukum

Telah terlihat andil dari tim manajemen ShipChain dalam masalah hukum. John Monarch tampaknya disebut sebagai terdakwa dalam gugatan pada tahun 2015 di mana para pesaing bisnis bermusuhan. Ada dugaan kejahatan pemerasan yang menggunakan cryptocurrency sebagai bahan bakarnya dan menurut laporan salah satu teman Monarch dan sesama terdakwa, Karl Steinborn mengambil nyawanya sendiri setelah dia diperintahkan untuk membayar lebih dari USD 3 juta kepada penggugat, Richard Gorman.

Sumber: CCN

, ,

About Sofia

Just a freelancer
View all posts by Sofia →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *