Brad Garlinghouse: Coinbase Seharusnya Menambahkan XRP Karena Bukan Sekuritas

Brad Garlinghouse, CEO miliarder di Ripple Labs. Sebuah perusahaan yang mengawasi pengembangan XRP, jaringan blockchain senilai $ 18 miliar. Telah mengatakan untuk pertama kalinya di depan umum bahwa Coinbase harus mengintegrasikan XRP, cryptocurrency asli dari jaringan Ripple.

Garlinghouse Mengatakan Bahwa Ripple Jelas Bukan Sekuritas

Jeff John Roberts dari Fortune mewawancarai Garlinghouse dalam sebuah acara Konferensi Wawasan Masa Depan Fintech CB di New York. CEO Ripple ini mengatakan bahwa XRP sedang menyelesaikan masalah skala untuk institusi dan skala besar bank. Dan Coinbase harusnya tertarik untuk berpartisipasi di dalamnya.

“Saat kami menyelesaikan masalah dalam skala lembaga, saya pikir Coinbase akan berminat untuk berpartisipasi di dalamnya”, kata Garlinghouse, menambahkan bahwa XRP jelas bukan sekuritas.

Garlinghouse menekankan bahwa XRP ada secara independen dari Ripple. Dan bahkan jika perusahaan Ripple Labs gagal, maka XRP akan ada sebagai cryptocurrency. Selain itu, Garlinghouse mencatat bahwa token XRP memiliki tujuan teknologi untuk menyelesaikan transaksi antara lembaga dan individu sebagai mata uang utilitas. Tidak seperti saham dan surat berharga tradisional.

“Saya pikir sangat jelas bahwa XRP bukanlah sekuritas. XRP ada independen dari Ripple. Dan akan beroperasi bahkan jika Ripple Labs gagal”, kata Garlinghouse. “Saya tidak berpikir bahwa kepemilikan XRP kami bisa memberi kami kendali. Arab Saudi memiliki banyak minyak, yang tidak memberi mereka kendali atas minyak tersebut”.

Analogi Garlinghouse tentang Arab Saudi dan penguasaannya terhadap minyak, mengacu pada algoritma konsensus XRP. Tidak seperti protokol macam EOS yang memanfaatkan algoritma konsensus proof-of-stake (PoS) dan memberikan pemegang token lebih banyak kendali atas jaringan daripada yang lain. XRP menggunakan algoritme konsensus protokolnya sendiri.

Intinya, Garlinghouse menguraikan empat alasan untuk membenarkan sifat non-sekuritas XRP. Dan alasan mengapa bursa seperti Coinbase harus menambahkan XRP:

  1. Ripple Labs tidak memiliki kontrol atas XRP
  2. XRP adalah mata uang utilitas dan kasus penggunaan utamanya adalah proses pembayaran, tidak seperti saham dan surat berharga tradisional
  3. Ripple bukan jaringan PoS dan fakta bahwa Ripple Labs memiliki banyak XRP tidak memberikan kontrol Ripple Labs terhadap jaringan blockchain Ripple
  4. Bahkan jika Ripple Labs gagal, XRP akan tetap ada

Apa yang Membuat Coinbase Mundur?

Meskipun argumen Garlinghouse masuk akal dan logis, namun itu hanyalah pendapat perusahaan. Dan bukan klarifikasi resmi dari Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS.

Pekan lalu, Chris Concannon, presiden Chicago Board Options Exchange (Cboe). Mengatakan bahwa SEC AS akan bertindak kepada investor dan distributor token, yang memperjual-belikan token sekuritas yang tidak terdaftar. SEC akan menindak  peserta pasar ICO dan tim di belakang proyek ICO.

“Pihak yang menawarkan koin yang tidak terdaftar, mereka bisa saja terlibat dalam mengeluarkan sekuritas yang tidak terdaftar. Siapa pun yang menjualnya bisa dianggap sebagai underwriter yang tidak terdaftar. Jika Anda menjual sebuah sekuritas yang tidak terdaftar, Anda bertanggung jawab kepada mereka. Apabila mereka memutuskan untuk membawanya ke pengadilan”, kata Concannon.

Jadi, meskipun sangat tidak mungkin, jika Coinbase menambahkan XRP. Dan jika ternyata XRP termasuk sekuritas berdasarkan undang-undang AS. Maka, baik Coinbase dan pedagang XRP di bursa harus bertanggung jawab dan dapat dihukum sebagai distributor keamanan yang tidak terdaftar.

Oleh karena itu, Coinbase kemungkinan tidak akan menambah XRP kecuali SEC memberikan klarifikasi resmi bahwa XRP bukanlah sekuritas, dengan kepastian mutlak.

Sumber: Berita CCN
, ,

About Sofia

Just a freelancer
View all posts by Sofia →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *