Aplikasi Obrolan ‘KIK’ Berhasil Menayangkan Cryptocurrency ‘KIN’ Ke Dalam Platform Intinya

Kin, cryptocurrency yang dikembangkan oleh pencipta Kik Interactive. Kini telah tayang di aplikasi obrolan grup populer dengan anggota 1.000 penguji beta, Kik.

Kik, yang mengumpulkan hampir $ 100 juta lewat ICO, akan menjadi aplikasi pertama yang mengintegrasikan cryptocurrency ke dalam platform intinya.

“Kami percaya bahwa dengan membangun Kin sebagai pilar dalam strategi produk kami, akan membantu kami menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna Kik”, kata Laura Newton, manajer produk di Kik, dalam sebuah postingan blog yang menyertai pengumuman tersebut.

Tujuan kami adalah untuk menjadikan Kin sebagai mata uang digital yang paling banyak digunakan di dunia. Dan dengan meletakkan Kin di lebih banyak tangan pengguna Kik adalah langkah penting dalam mencapai hal ini”, kata Ted Livingston, pendiri dan CEO Kik dan Kin.

Dia menambahkan:

“Blockchain adalah teknologi baru dan kompleks, tetapi konsumen tidak perlu memahami teknologi untuk menggunakannya. Dengan pengalaman baru ini, kami ingin mendemonstrasikan bagaimana pengalaman yang sederhana dan mulus dapat digerakkan oleh cryptocurrency”.

Gambar Marketplace Kin. Sumber: Kik 

Sebagai langkah awal, fungsi dari cryptocurrency ini akan sangat terbatas. Penguji dapat menghasilkan kin dengan menyelesaikan mikrotas di dalam aplikasi, seperti mengambil kuis atau melihat tutorial. Mereka kemudian dapat menggunakan token ini untuk membeli tema premium di layar obrolan aplikasi dari Marketplace Kin yang baru. Pengguna tidak dapat menyimpan atau menarik token selama uji coba beta.

Namun demikian, integrasi formal Kin ke Kik menandai tonggak penting untuk cryptocurrency. Yang mana telah diganggu oleh jalur perkembangan yang tidak merata, dimana para penciptanya mengkaitkan dengan tidak adanya blockchain yang mampu menskalakan akomodasi jutaan pengguna aktif.

Pada awalnya Kin terstruktur sebagai token ERC-20 di jaringan Ethereum, tetapi pengembang mengeluh bahwa blockchain terlalu lambat dan terlalu mudah macet. Sehingga mereka kemudian merencanakan untuk memindahkan token ke Stellar. Yang mana model konsensus federasinya memungkinkan transaksi bisa lebih murah dan lebih cepat.

Namun, Stellar (XLM) memiliki kapitalisasi pasar yang jauh lebih kecil daripada ethereum dan jauh lebih sedikit cair. Sehingga tim pengembangan memutuskan untuk meluncurkan kinerjanya secara paralel pada dua jaringan, untuk mempertahankan manfaat masing-masing.

Di poros terakhir, Kin mencabangkan diri dari Stellar untuk membuat blockchain baru berdasarkan basis kode XLM. Berdasarkan tes terbaru, Kik mengatakan bahwa blockchain baru ini mampu memproses 1,2 juta transaksi per hari, dengan rata-rata 20 transaksi per detiknya.

Lebih khusus, jejaring sosial berbasis avatar IMVU juga telah menyatakan bahwa mereka berencana untuk mengintegrasikan kin ke dalam platformnya.

Sumber: Berita CCN
, ,

About Sofia

Just a freelancer
View all posts by Sofia →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *